h1

Mengandalkan Gerobak Kacang Untuk Hidup

Mei 11, 2010

Yogyakarta (Rubikita) Warni (50) tetap setia dengan gerobak kacangnya selama 10 tahun. Dengan gerobaknya Warni berjalan mengelilingi keramaian jalan Malioboro dengan harapan gerobaknya kosong katika ia pulang.

Dengan muka lusuh dan sambil mengipas-ngipas badannya dengan selembar kertas, Warni ibu yang mempunyai 4 anak ini tetap setia menanti pembeli. Selama 10 tahun warni mendorong gerobak kacangnya menyusuri jalan Malioboro. Ibu 4 anak ini mendorong gerobak dari rumahnya yang terletak di daerah kali code sampai ke Malioboro dengan harapan semua dagangannya terjual. “Saya lebih baik jualan begini daripada kerja sama orang, kalau kerja sama orang tarkadangkan makan ati” ujarnya saat ditanya kenapa tidak mencari pekerjaan yang lain.

Dengan tetap semangat Warni melayani penjual dengan ramah. Hal itu dilakukannya dengan senang hati tanpa merasa menyesal. Tidak pernah ada kata menyesal dalam hidupnya, “buat apa menyesal, jalani saja apa yang sudah ada, daripada dirumah cuma nganggur”, begitu katanya. Perjuangannya tidak hanya dengan mendorong ggerobak kacangnya, kejar-kejaran dengan satpol PP juga menjadi hal biasa. Warni bergegas meninggalkan jalan Malioboro ketika rombongan satpol PP datang untuk menertibkan jalan. Keberuntungan tidak selalu dimiliki oleh Warni, saat dagangannya diamankan oleh satpol PP, warni tidak bisa lagi berdagang. Menurutnya “saya harus menebus gerobak saya sebesar Rp 15.000,- untuk mendapatkannya kembali, supaya bisa dagang lagi”.

Ditempat biasa Warni menjual dagangannya, Warni terkenal baik terhadap semua orang, baik teman maupun pelanggannya. Menurut Riki, salah satu teman Warni “Ibu tu orangnya baik, sabar, lucu juga kalau lagi ngobrol, jadi saya sering kesini untuk ngobrol sama Ibu”, ujarnya dengan antusia. Dengan tetap semangat, Warni selalu menjalani pekerjaannya. Dengan keuntungan ± Rp 100.000,- /harinya, Warni tetap memperjuangkan kehidupannya. Apabila mendapatkan keuntungan lebih, ia membeli baju untuk suami, anak dan dirinya sendiri. Hal itu dirasa cukup untuk menghilangkan segala penat dan capek selama berkerja.

posted by Fatwa Faizah

153080048

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: