h1

Perjalanan terorisme di Indonesia : Modus dan Sasaran Teroris Berganti Haluan

Mei 29, 2010

Yogyakarta (Rubikita)  Salah satu perbincangan baru yang menyaingi pemberitaan kasus Bank Century adalah terorisme. Akhir-akhir ini banyak kasus teroris yang mulai terungkap oleh Polri. Kasus terakhir adalah penembakan terorisme di Solo, Jawa Tengah yang menewaskan kurang lebih 14 teroris. Kita memang patut memberikan selamat kepada Polri, karena telah mengungkap beberapa kasus terorisme, salah satunya menangkap 3 teroris yang dianggap berbahaya (Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra) yang akhirnya dieksekusi mati. Selain itu, terbunuhnya gembong teroris yaitu Nurdin M. Top yang membuat masyarakat sedikit lega dengan kasus teroris yang ada.

Dengan adanya rentetan pemboman oleh terorisme dimulai tahun 2002 di kedubes Filipina, berlanjut pada pemboman yang lebih dasyat yaitu bom Bali I dan II, bom hotel JW Marriott, dan terakhir adalah bom di Hotel Ritz-Carlton dan Hotel JW Marriot pada tahun 2009 yang membuat masyarakat Indonesia kembali berduka. Kejadian tersebut membuat pemerintah lebih memperketat pengamanan di objek wisata dan hotel-hotel besar di Indonesia.

Modus dan sasaran teroris berganti haluan

Perkembangan terakhir yang diungkapkan oleh Polri adalah sasaran dan modus terorisme berubah. Kini, mereka tidak lagi memburu objek wisata yang banyak di kunjungi oleh wisatawan asing, tetapi sekarang mereka memburu pejabat pemerintah dan kepala Negara. Modus yang digunakanpun kini berubah, bukan lagi bom bunuh diri yang dilakukan sebelum-sebelumnya, tetapi menggunakan senjata laras panjang. “Target-targetnya bukan lagi masyarakat umum di hotel maupun di pasar, tetapi sudah kepala Negara dan menteri-menterinya serta pejabat tinggi lainnya”, kata Muladi selaku menteri kominfo.

Pernyataan tersebut membuat kita berpikir, apakah benar dengan apa yang diungkapkan oleh menteri maupun oleh Polri? Banyak yang menganggap bahwa semua itu hanya isu belaka yang bertujuan untuk mengalihkan masyarakat agar tidak selalu menyoroti kisah Bank century maupun masalah pajak. Benar atau tidaknya masalah tersebut sebaiknya pemerintah tetap bertanggungjawab atas masalah Bank Century yang membuat masyarakat terus bertanya kapan selesainya masalah tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus tetap waspada dengan ancaman para teroris yang sudah menyebar di wilayah Indonesia. Baik ancaman yang ditujukan untuk pejabat pemerintah, wisatawan asing, maupun rakyat Indonesia. Sekiranya pemerintah juga tidak perlu menganggap bahwa teroris kini hanya mengincar pejabat pemerintah, yang dapat membuat pengamanan di tempat-tempat wisata menjadi lemah dan berkonsentrasi kepada pengamanan pejabat pemerintah. Bisa jadi. Itu hanyalah sebuah rencana belaka yang bertujuan untuk mengalihkan keamanaan yang selama ini sudah tertata dengan baik.

Posted by Fatwa Faizah

153080048

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: