h1

Tembak Mati Terorisme

Mei 31, 2010

Terorisme di Indonesia bukanlah hal yang baru. Yang baru adalah personil teroris yang kini lahir menggantikan teroris lama yang telah dihukum mati.

Sangat disesalkan ketika mengingat peristiwa terorisme yang dimulai tahun 2000 dengan terjadinya Bom Bursa Efek Jakarta, diikuti dengan empat serangan besar lainnya. Yang paling mematikan adalah bom Bali 2002. Setelah itu diikuti oleh meledaknya Hotel JW Marriot dan Rich Carlton yang menewaskan banyak korban. Ada ketakutan didalamnya, siapa yang akan bertanggung jawab atas peristiwa itu?

Beberapa teroris telah ditembak mati untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kalau pemberantasan terorisme tetap dilakukan dengan cara tersebut, maka akan banyak nyawa melayang. Seolah-olah tidak memberikan kesempatan seseorang untuk berubah. Namun, apabila tidak dengan cara demikian, hukum akan dianggap tidak tegas. Belum lagi jika kita melihat kenyataan sekarang ini, tembak mati sepertinya bukanlah hukuman yang berat bagi teroris. Banyak teroris baru yang rela menggantikan seniornya yang telah diadili.

Ini benar-benar menjadi dilema bagi pemerintah untuk menjaga keamanan negara. Namun, saat ini sepertinya hukum tembak mati adalah hukuman paling pantas meskipun bukan yang terbaik.

Posted by: Hasta Nirmaya W

153080041

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: